jangan lupa tinggalakan pesan,,,semoga anda pulang dengan membawa hikmah dan ilmu dari blog yang penuh inspirasi ini :D
hikmah adalah milik orang mukmin yang hilang, dimana saja ia menemukannya, maka dialah yang paling berhak mengambilnya.^^
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Desember 2010

dulu dan sekarang


yang dulu, ya dulu saja
yang sekarang, ya yang sekarang

dulu dan sekarang memang ada kaitan
tapi tidak untuk mengusik yang sekarang

yang dulu ya dulu saja
yang sekarang ya yang sekarang

yang dulu hanya masa lalu
dan yang sekarang untuk masa depan

yang dulu, ya dulu saja
yang sekarang, ya yang sekarang :)

Kamis, 14 Januari 2010

PADAMU yang KAU BILANG kau PEDULI

ingin ku teriakkan..
pada mereka yang menganggap dirinya pejuang..
"jangan kau nodai demokrasi, dengan kejamnya cacian yang terlontar dari mulutmu."

ingin ku teriakkan
pada mereka yang mengusung tinggi nama rakyat yang kelaparan
"tak usah kau sok peduli.."
bila kareana kau ingin menggolkan nama calon yang kau idam-idamkan..

ingin ku teriakkan
pada mereka yang mengaku mahasiswa
"tak usah kau berlaku sok tau, dan sibuk menghakimi."
kalau hanya idealismemu itu kau kungkung, dalam rangkaian teori semata..
selalu mencari celah, mengungkap masalah
tapi ketika diminta solusi
perlahan kau bergerak ke belakang
menutup telinga, seolah tak peduli..

kau bilang kau peduli peradaban..!!!
kau peduli rakyat yang kemisikinan..!!!
kau peduli akan pemerataan pembangunan..

tapi kau lupa..!!
kaua hanya beretorika, dalam pengetahuanmu yang luas itu
kau hanya bisa, menyia-nyiakan waktumu
HANY DENGAN FACE-BOOKAN saja,,,!!!
PRODUKTIV KAH WAKTUMU ITU???!!!!

jangan pernah menghakimi
jangan pernah meras paling suci..

bila nyatanya.. kau sendiri tak tau..
akan kau apakan waktu luangmu itu..
hingga kau pilih untuk kau habiskan di dunia mayamu saja..
kau lupa..
KONTRIBUSIMU DITUNGGU DI DUNIA NYATA..!!!

Sabtu, 28 Februari 2009

Sesederhana "Cara"ku mencintaimu


Sabtu kemarin, aku iseng buka-buka buku lama, binder semasa smu (ups... MAN ) hehhehehe..
lalu kubolak-balik deh lembar demi lembar, membaca tulisan ku sendiri, ada yang sedih, lucu, norak, dan lebay, lalu ada satu kertas yang terselip, dengan klip kecil disudut buku binder ku, o..o.. puisi ternyata... flash back sejenak de... hahhahahahha

ternyata sebuah puisi dari Sapardi Djoko Damono...

hahhahahahhaha.... biasalah anak smu,,,,, kadang lebay sangad...^^

puisi itu waktu itu kutulis tangan kembali,, iseng-iseng waktu malam-malam lagi penat belajar di IC, kan kata orang malam tuh adalah curhatan tak terbatas, yaudah.. bersama jangkrik dan cicak di dinding, tak lupa pula dengan keheningan malam, karena teman-teman sekamar udah pada tidur semua, kutulis ulanglah puisinya yang selalu kuingat, dan kebetulan moment hatinya lagi pas.. (duuuh jadi malu..)

AKU INGIN

Oleh :
Sapardi Djoko Damono



Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


tapi... sayangnya kisah cintaku tak pernah sederhana, selalu rumit dan berbelit-belit... sehingga aku tak bisa mencintai secara sederhana...
karena aku tak mau cinta ku,, biasa saja..
cintaku adalah cinta yang luar biasa, yang kelak akan jatuh kepada orang yang tentu sangat istimewa,,
mungkinkah kesederhanaan cinta itu masih ada,, di zaman seperti sekarang ini?????

Minggu, 15 Februari 2009

dan ku pun bermain..

hufh.. angin di luar sana masih begitu dingin,
bermain-main dengan bintang yang masih tersipu malu

sementara waktu,, terus berdetak mengajak ku bermain,,
bermain-main dalam sudut terdalam...
dalam diri,,


sudah kukatakan pada waktu, "aku tidak begitu"
tapi waktu lebih tahu,...
makin menjadi-jadi mentertawaiku..

aku marah pada waktu,,
dan mencoba berlari,,
tapi lagi-lagi waktu tahu,
aku tidak pernah marah padanya..
aku hanya mencoba mencuri perhatiannya..

hufh.. lagi-lagi aku hanya bisa menghela nafas..
dan kembali mencoba membohongi waktu,,
sekali lagi kukatakan padanya "aku tidak begitu"
tapi, lagi-lagi waktu hanya tersenyum..
dan tanpa sadar akupun tersenyum..

malu pada waktu,,
kini aku mencoba memalingkan muka dari waktu,
dan
menikmati percakapan dengan malam.
malam yang senatiasa menanti esok hari..
tuk bertemu sang mentari.

Kamis, 29 Januari 2009

samakah perlakuan kita Pada-Nya??

hm.. bingung juga harus memberi label apa pada postingan kali ini, tapi.. kuputuskan untuk memberinya label puisi, meskipun renungan juga bisa...^^ nih puisi ku dapat dari seorang teman (Bang Asco) dari forum Ascova, nih puisi mungkin sederhana tapi ngena banget, dan cocoklah sebagai pengingat manusia yang "lalai" kayak aku..




DI HADAPAN ORANG YANG KAU CINTAI

Di hadapan orang yang kau cintai
segala lara menjadi gembira
segala pilu menjadi syahdu

Di hadapan orang yang kau cintai
pahitnya jamu semanis madu
hitamnya arang seputih salju

Di hadapan orang yang kau cintai
tutur katamu begitu rapi
tingkah lakumu begitu hati-hati

Di hadapan orang yang kau cintai
musim gugur serasa musim semi yang indah
terik matahari bagai hembusan angin semilir

Di hadapan orang yang kau cintai
kau utarakan kesetiaanmu padanya
kau puji segala kehebatannya

Di hadapan orang yang kau cintai
kau tak pernah menolak permintaannya
kau turuti segala kemauannya

Di hadapan orang yang kau cintai
tak ada rintih sakit bila terjepit
tak ada tetes air mata di kala duka

Di hadapan orang yang kau cintai
jumpa seminggu bagai sehari
terpisah sehari bagai setahun

Di hadapan orang yang kau cintai
kau sampaikan cinta tulusmu
kau ikrarkan janji setiamu

Di hadapan orang yang kau cintai
kau tak ingin kehilangannya
kau tak ingin diacuhkannya

Di hadapan Dia yang mencintaimu
Di hadapan Dia yang mengasihimu
Di hadapan Dia yang menyayangimu
Adakah seperti itu sikapmu pada-Nya

sumber: fitrah cinta manusia

huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

hix..hix...

emang si.. terkadang kita lalai dan lupa terhadap siapa kita?, dan siapa yang menciptakan kita?

mungkin bagi kita hal-hal seperti ini adalah hal remeh, tapi hal remeh seperti itulah yang perlahan-lahan memenuhi hati kita, dan menjadi berhala-berhala kecil yang terus menumpuk di hati,

apakah karena Ia tak terlihat?
sehingga kita tidak mampu secara langsung melihat keindahan yang ia miliki, yang sebenarnya melebihi dari keindahan orang yang kita cintai..

apakah karena Ia tak berinteraksi secara langsung dengan kita?
sehingga kita tidak mampu secara langsung merasakan dan mengagumi kebaikan, keadilan dan ketulusannya dalam membagi semua rezeki yang sebenarnya lebih besar dari apa yang telah diberikan oleh orang yang kita cintai...

apakah karena Ia terlihat tak memilki hati?
sehingga kita tak layak menghadiahkan beribu kata-kata indah, pujian, tasbih, dan kekaguman pada-Nya yang sebenarnya lebih berharga karena ialah yang menciptakan orang yang kita cintai
yang membuat kita dapat menemukan orang yang kita cintai
yang membuat kita dapat terus berinteraksi, memuji, dan menyangi orang yang kita cintai..

hanya manusia yang tahu jawabannya, dan jawaban itu akan aku ketahui saat aku mengenal Tuhanku dengan segenap cinta yang kumiliki.....^^

Rabu, 14 Januari 2009

Permintaan seorang anak Palestine



Ayah..

Aku mau kembang api

Besok kita beli

Ayah aku mau sebuah terompet bersuara nyaring

Iya..

Nanti ayah buatkan untukmu

Ayah besok aku mau daging panggang ..

Iya

Besok kita minta ibu siapkan..

Ayah..

Aku mau tahun baru yang meriah..

Semua keluarga berkumpul

Iya..

Nanti mereka semua ayah undang..

Ayah..

Cahaya apa itu di langait..?

Itukah kembang api yang kau janjikan..?

Wah.. sunguh besar cahayanya..

Aku tidak minta yang seterang itu ayah??...

Bukan.. anakku..

Itu bukan kembang api…

Itu bukan yang ayah janjikan….!!!!!

Ayah..

Suara apa itu??
apakah itu suara terompet yang engkau janjikan???

Kenapa begitu berisik ayah??

Aku tidak minta terompet yang sekeras itu ayah??..

Bukan.. bukan anakku..

Itu bukan suara terompet..

Itu bukan yang ayah janjikan…

Ayah…

Kenapa ibu terbaring begitu..??

Apakah dia lelah membuat dagingi panggang untuk ku..?

Apakah ibu lelah.. memasak untuk kita..

Bukan..

Bukan anakku…

Ibumu bukan lelah.. karena mu…

Ibumu tidak begitu..??

Ayah..

Sebanyak itukah keluarga kita..??

Kenapa mereka berlarian mendatangi rumah kita ayah..??

Aku hanya minta paman dan bibi saja untuk dating..

Bukan-bukan anakku….

Mereka memang tidak ada hubungan darah dengan kita…

Tapi mereka adalah saudara kita..

(sesaat.. 3 peluru bertubitubi menghantam tubuh sang ayah..)

Hening…

Sang anak.. hanya terdiam..

Perlahan air matanya keluar…

Ayah…

Apakah aku begitu banyak Tanya..

Hingga kau bosan,,

Dan memilih diam seperti ibu,,??

Ayah…

Jangan diam saja..

Jawab aku ayah…

Ayah…

Apakah yang mengalir dari tubuhmu itu darah???