pesta itu kini sedang dimulai, ya,, pesta politik kampus yang selalu ku ikuti dari tahun lalu, teringat setahun yang lalu diri ini begitu gigih, menjadi timsus sejati yang selalu memikirkan banyak strategi, strategi untuk menggoal-kan calon yang menjadi jagoanku.
teringat dulu pandangan sinis tak hentinya datang, seolah bertanya, kenapa aku menjadi timsus pihak tersebut, apakah aku adalah bibit generasi yang akan membawa perubahan yang mungkin bisa jadi mengusik ketentraman sebagian orang, but well, ini politik,, teman, dimana dalam politik kau disuruh memilih, melmilih sepaket dengan konsekuensinya.
aga freak memang, setahun yang lalu, pulang hingga larut malam, seusai rapat timsus, mengahadapi berbagai Black Campaigne di FB, bangun pagi-pagi untuk menyiapkan segala strategi, bayangkan,, anda melangkahkan kaki di gerbang kampus, dan anda sudah membawa ribuan strategi di dalamnya, namun tetap saja, karena ini hidup ya,, hadapi.
tapi tahun ini berbeda, kuputuskan untuk tidak berpartisipasi dalam pesta tersebut, walaupun cukup banyak yang mngundang, tapi kupikir tahun ini biarlah kusimpan saja gaunku dan gaungku.
dan apakah anda tahu, sangat enak ketika berada di posisi seorang netral, tanpa beban, tanpa fikiran, tanpa musuh, anda hanya datang pada saat puncak pesta itu diadakan, dan cukup anda memilih, tak usah repot-repot anda menjelaskan kenapa harus memilih dia, ataupun si dia yang satunya. setelah itu anda bisa langsung pulang, kembali ke dunia anda, tanpa perlu menunggu countdown dilakukan hingga keputusan di bacakan.
ya.. aku tetap pada pendirianku, tahun ini ku memilih untuk mundur.
hancur, mungkin kata itu yang bisa mendeskripsikan hidupku saat ini ntahlah, jelaskan padaku bagaimana aku bisa mengatakannya kalimat terbaik apa yang harus kukatakan. diam lalu pergi tanpa alasan? datang dengan keberanian dan alsan yang kubuat-buat? atau melakukan yang baru saja kulakukan? jawab..!
kebodohanku yang terlalu meyakinkanmu kebaikanmu yang sangat percaya padaku.
hingga semua hilang bersama senyum yang masih saja terukir kelu,, tak tau itu senyuman untuk siapa tau tau, itu senyuman berbicara apa? andaikan hati ini bisa berbicara iya sakit, rasa teriris.
katakan padaku bagaimana aku harus menyampaikannya? sementara menyambut senyumanmu akan membuat senyum tuhanku hilang hilang bersama orang-orang yang mencintaiku hilang bersama teman-teman yang selalu merangkai kata untuk lurusnya aku berbuat.
ku mundur bukan beraerti kau bodoh kumundur bukan berarti ku tak setia ku mundur bukan berarti aku berpaling
walau mereka dan dirimu mencapku Jahat walat dalam hatimu, hanya ada satu kata untukku, yaitu penghianat walau dalam hatimu tak ada lagi kata percaya padaku.
tapi sungguh,, ketakutanku akan itu semua hilang saat aku lebih yakin akan sebuah keabadian saat aku tau kau dan mereka adalah juga manusia dan saatku tau, ini hanyalah dunia.
hingga aku yakin untuk tersenyum. dan kau lihat itu ketika senyumku untukmu tak seyakin keyakinanku.
Ah.. liburanpun kini datang, penat sudah rasanya fikiran dan tubuh ini, dihantam oleh ujian yang bertubi-tubi, ujian akhir sekolah, ujian keorganisasian, yang terpenting ujian akan ketahanan hati, menghadapi itu semua.
Munajatku pada sang pemilik shubuh baru saja kuselesaikan, Kulepaskan mukenaku dan Perlahan kurebahkan tubuhku yang mungil ini di atas peraduanku. Hm.. lembut rasanya angin shubuh ini.
Kupegangi dahi dan leherku, mencoba memeriksa kondisi tubuh pagi ini, ah… panasku belum juga turun, nyeri di amandelku masih saja terasa, padahal obat penurun panas dan beberapa antibiotic sesuai anjuran dokter sudah aku minum. Hm.. lemas sekali badanku saat itu.
Surya telah menunjukkan sinarnya. Aku tahu kondisi badanku sedang sakit, tapi aku juga harus peduli pada tubuhku yang butuh asupan gizi yang cukup.
Kulangkahkan kaki mungilku perlahan ke “kantin mungil” tempat aku biasa membeli makanan, maklumlah kehidupan anak kost, yang bila ada waktu luang memilih untuk penghematan dengan cara masak sendiri, tapi bila tidak ada waktu, kantin andalanpun jadi pilihan.
Keluar dari kantin mungil, aku melihat seorang wanita paruh baya, menenteng jamu bakul di pundaknya, pikiranku menerawang mencoba mengingat kembali rasa tetesan jahe dan kencur di zaman smp, saat aku masih berlangganan jamu.
Kusiapkan suaraku memanggil mbok jamu tersebut, tapi sebelum aku memanggil, ternyata tetangga pemilik rumah yang aku sedang berdiri di depannya, telah terlebih dulu mengeluarkan suara teriakan dan memperagakan beberapa kode panggilan dengan tangan kanannya. Alhamdulillah, aku tak perlu berteriak, kataku dalam hati.
Mbok jamu itu menghampiri kami, beliau mengamati beberapa lama, hingga akhirnya dia nyeletuk, “lagi sakit neng?” aku pun tersenyum sambil mengangguk kecil. Kukatakan keluhanku, “amandel saya lagi kambuh bu, dan badan saya dari kemarin belum turun panasnya.” Diapun mengangguk dan tersenyum “oke,, tak buatin yang semriwing-semriwing yo.. buat tenggorokanmu.” (akhirnya logat jawanyapun keluar, semriwing???? Wah.. !!) “iya deh bu, apa aja deh yang penting tenggorokan saya bisa pulih.” Jawabku pasrah
Tampak ia memilih salah satu botol pelastik yang ada di dalam gendongan, dibukanya tutup botol tersebut dengan gaya yang khas ala tukang jamu, glegeg..gleglegle.. perlahan cairan tersebut bercucuran menumpahi gelas, aroma khas ramuan Indonesiapun semerbak disekelilingku.
Tanpa ragu, dan penuh semangat ku dekatkan bibirku ke bibir gelas, perlahan kuminum hingga ramuan tersebut tak tersisa di gelasnya,,, ah,, nikmatnya rasa jamu ini, lebih nikmat dari pil-pil pahit rujukan dokter yang senantiasa kuminum saat sakit tak bosan-bosannya menghampiriku.
Tenggorokanku terasa dingin, semacam ada angin yang melewatinya, “oh, mungkin ini yang dimaksud si ibu dengan istilah semriwing.” Celetukku dalam hati.
“bu, jamu yang barusan aku minum tadi apaan bu?” tanyaku ingin tahu. “oh,, itu air daun sirih neng, makany adem kan? Semriwing-semriwing gitu di tenggorokan?” tanyanya sabil tersenyum. “glek..” akupun menelan ludah dengan setengah tertegun, jujur ini pertama kalinya aku minum air dari tanaman merambat yang banyak sekali memenuhi tembok samping rumahku. “o..” jawabku singkat.
Tapi tak dipungkiri sakit di tenggorokanku perlahan sirna dan yang kurasakan saat ini tenggorokanku sangat lapang dan dingin. “benar-benar dahsyat ramuan si mbok jamu.” Celetukku dalam hati.
Tak urung lagi kukatakan, Aku bangga menjadi bagian dari Indonesia, dimana Negara ini mampu menghasilkan ramuan terdahsyat nomor dua di Dunia setelah Brazil. Mungkin anda terkejut mendengar penuturanku barusan, tapi itulah faktanya.
Negaraku Indonesia adalah Negara kedua penghasil Jamu terbesar dan terkenal di dunia setelah Negara Brazil. Bila diamati bentuk geografis dan iklim dua negara ini tak jauh berbeda. Beriklim tropis, mempunyai hutan tropis yang luar biasa luas, dan masih alami. Disanalah tanaman-tanaman penghasil ramuan sakti yang kusebut jamu itu berasal.
Jamu itu sendiri berasal dari akar, daun, bunga, batang, buah,umbi, bahkan rempah-rempah yang tumbuh di hutan-hutan pedalaman Indonesia. Seperti ginseng, kunyit, kencur, jahe, cengkih, tamulawak, dan masih banyak lagi.
Jamu di Indonesia pada awalnya berasal dari Kesultanan DJogjakarta dan kesunanan di Surakarta. Jamu adalah resep rahasia yang hanya boleh beredar di dalam kraton, jamu tersebut berfungsi untuk mengobati raja beserta keluarganya, mempercantik kulit sang permaisuri dan para dayang. Seiring dengan majunya ilmu pengetahuan, para dayang dan ahli-ahli ramuan di dalam kraton pun mengjarkan masyarakat di luar kraton untuk bisa meramu jamu, seiring berjalannya waktu jamupun beredar di luar kraton hingga kepelosok Indonesia dan luar negeri.
Jamu kuat untuk para pasukan perang dan tentara pengawal, jamu untuk permaisuri sehabis melahirkan, dan masih banyak lagi jamu-jamu yang khasiatnya terkenal hingga saat ini.
Tapi aku heran, kenapa impor akan obat-obatan di Indonesia makin merajalela, apakah hal tersebut disebabkan pleh seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan tenaga medis yang makin berserakan menempuh pendidikan di luar negeri.
Apalagi Indonesia kini sudah menghadapi CAFTA (China Asia Free Trade Area) dimana obat-obatan luar negeri akan mencoba menggeser obat-obatan dalam negeri dari singasananya, termasuk kebaradaan jamu di tanah kelahiran sendiri. Padahal bila kita berkaca poada sejarah, jamu adalahharta asli bangsa Indonesia yang telah turun temurun diajarkan dan dibudidayakan oleh para leluhur, mulai dari masker buah bengkuan dan kunyit, ramuan penmabah nafsu makan seperti temulawak, ataupun minuman pembangkit energy seperti kopi dengan campuran ginseng dan jahe.
Sangat disayangkan bila kekhawatiran tersebut terjadi. Saat dimana Indonesia tergeser identitasnya karena lebih bangga bila mengkonsumsi obat-obatan impor yang efek sampingnya berbahaya pada saraf dan ginjal.
Oleh sebab itu, bila kita masih ingin mempertahankan eksistensi Jamu sebagai obat-obatan sakti di negeri kita, sebagai generasi muda tak sepantasnya kita malu untuk mengkonsumsi jamu, walau harus dikatakan kampung, ndeso, dan istilah terbelakang lainnya, karena bangga Indonesialah yang mampu mengangkat nama jamu Indonesia di mata dunia, jamu Indonesia Jamuku jamu juara di dunia.
“jamu….jamu…!” teriak si mbok jamu lantang memasarkan jamunya, mencari pelanggan di rumah selanjutnya.
(16 Februari, saat bangga dan haru bercampur jadi satu BANGGA INDONESIA..!!)
cinta, apa yang terfikirkan saat anda menyebutkan dua kosa kata sederhana itu? nonsense? bulshit? indah? atau.... TAK PERNAH ADA..!
banyak mungkin jawaban yang akan terlontar dari mulut kita saat kata itu diucapkan, atau bisa juga MIRIS.
cinta bukan hanya sekedar kata, ya,, tak sesederhana dan sesimpel cara menyebutkannya, sebuah kata yangf effeknya parah..! bisa membuat seseorang tidak bisa melupakan masa lalunya, atau terjebak oleh masa lalu yang membuat ia tak percaya akan cinta di masa kini, dimana ia tak lagi bersama masalalunya itu.
atau, yang membuat semua wanita terlihat jelek di depan mata, atau yang membuat anda berkata... ah.,, tak ada yang seperfect dia.. atau yang membuat kuping anda panas saat mendengar orang-orang menyebut kata itu diucapkan. yang membuat anda harus mengobrak-abrik lagi foto-foto jaman jadul bersamanya. membuka file-file tugas yang dikerjakan bersamanya membaca tiap tulisannya, email, atau sekedar pesan singkat penyemangat darinya. yang sungguh itu sangat biasa kalau dibaca orang lain.
buka FB mampir ke fbnya. buka Ym, melihat ID nya menyalakah? sesekali melihat sms singkat darinya yang ada di draft. melakukan hal-hal yang tak pernah ia tahu. atau FREAK belajar, berorganisasi, untuk melupakannya.. melupakan kesakitan melupakan kenangan. walaupun itu masih tersusun rapi di otakmu, yang tak akan terusik
tak akan pernah memakasakan, untuk menyukainya bila memang telah menutup hati untuk ini. tak akan pernah mencoba meyakinkan bila memang tak ingin mendengarnya.
tapi tetap saja aku suka saat mendengar lirik ini dinyanyikan, lirik tentang cinta yang maknanya lebih dalam, karena cinta tak hanya diam, saat ia berbicara tentang wujudnya, yang kau benci itu, yang coba kau hindari, atau coba kau lupakan,
Meresap kecup hangat… sebentuk cinta T’lah terukir di dalam jiwaku Seperti tetes embun menyegarkan hari Terciptakan keajaiban di hati..
Cinta bukan hanya sekedar kata Cinta tak hanya diam
Aku yang berkelana mengarungi hidup Mencari untaian arti, makna… Apakah sesungguhnya balasan dari cinta Pasti bukan harta dunia semata…
Cinta bukan hanya sekedar kata Cinta bukan hanya pertautan hati Cinta bukan hasrat luapan jiwa Cinta tak hanya diam…
Jika mungkin bumi harus terguncang badai Tapi cinta takkan mungkin hilang
Cinta bukan hanya sekedar kata Cinta bukan hanya pertautan hati Cinta bukan hasrat luapan jiwa Cinta adalah cinta
simple memang, tapi cukuplah menjelaskan apa yang kau hindari itu.
10 Feb 2010
(saat kata dan rasionalitas sulit menjelaskan segalanya )
ketiga singgah di blogku, teman-teman tentu akan disambut oleh salam pembuka, yang menanyakan nama teman-teman, lalu teman-teman mengisi nama teman-teman, dan melanjutkan penjelajahan di blogku.
tidak sedikit teman-temanku bertanya, bagaimana cara membuat tampilan demikian?
atau, bahkan ada yang ingin meletakkannya di blog yang teman-teman punya..
baiklah,, daripada penasaran,, aku akan membagikan caranya ke teman-teman semua
awalnya, aku mendapatkan gadget ini, dari search di google, dengan clue salam pembuka untuk blog, karena sayapun terinspirasi dari blog teman saya yang penah menggunakan salam pembuka tersebut.
lalu ketika kotak tampilan keluar, copy paste, kode dibawah ini ke dalam kotak tersebut :
<script type="text/javascript">
var name=prompt("Assalamu'alaikum, bolehkah saya tahu nama anda?", "Ketik nama anda disini");
alert("salam kenal ya" + name)
alert("Selamat menggunakan blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar :P")
</script>
nah, untuk kata-kata seperti Assalamu'alaikum, dan sebagainya, bisa teman-teman ganti sesuai dengan selera teman-teman..
A. Persyaratan umum 1. Pelajar SLTA-mahasiwa, usia 15-22 tahun, kecuali pada Kompetisi Menulis hanya diperuntukkan bagi pelajar SLTA. 2. Sertakan data nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, asal sekolah, nomor telepon, dan fotokopi kartu identitas. 3. Karya tak akan digunakan panitia tanpa izin pengirim. 4. Karya yang dikirim tidak akan dikembalikan. 5. Jumlah karya yang dikirimkan tak dibatasi, kecuali pada Kompetisi Menulis hanya boleh satu karya. 6. Karya yang dikirim orisinal dan belum pernah dipublikasikan, bukan karya orang lain, bukan jiplakan atau bukan hasil copy-paste karya orang lain.
B. Tema Semua karya harus bertema: Bangga Indonesia!
C. Pengiriman karya Marketing Communication Kompas Gd Kompas Gramedia Lt2 Jl Palmerah Selatan 26-28 Jakarta 10270 Semua karya dikirim via pos, kecuali Kompetisi Web/Blog dikirim via email.
D. Batas waktu Karya diterima paling lambat 17 Februari 2010 pk 23.00.
E. Hadiah tiap kompetisi Juara I : Uang Tunai Rp 3.000.000 Plus Hadiah Menarik Juara II: Uang Tunai Rp 2.000.000 Plus Hadiah Menarik Juara III: Uang Tunai Rp 1.000.000 Plus Hadiah Menarik
F. Persyaratan per kompetisi
Lomba Foto 1. Foto dikirim dalam bentuk hasil cetak dengan sisi panjang minimal 24-30 cm. 2. Cantumkan kode FOTO MuDA pada amplop luar. 3. Editing diperbolehkan sebatas editing dasar yaitu crop, saturation, brightness, contrast, dan level. 4. Di bagian belakang foto tempelkan data berisi: nama, alamat, judul foto, keterangan foto, tempat/tgl lahir, sekolah/kuliah, no telp/HP.
Lomba Menulis 1. Khusus tingkat SLTA, boleh tim atau perseorangan. 2. Panjang tulisan maksimal 6.000 karakter (termasuk spasi) 3. Gaya penulisan menekankan pada cara penulisan seperti di Kompas MuDA yang santai dan mengalir. 4. Cantumkan kode PENULIS MuDA pada amplop luar. 5. Maksimal hanya bisa mengirimkan satu tulisan.
Penulisan di Web/Blog 1. Web/blog milik pribadi atau milik institusi SLTA atau web/blog untuk komunitas anak muda 2. Bisa perseorangan atau tim. 3. Bisa menggunakan top level domain sendiri atau subdomain atau memanfaatkan fasilitas blog gratisan. 4. Web/blog harus memuat minimal satu halaman tulisan dengan tema Bangga Indonesia!, minimal minimal 3.000 karakter (termasuk spasi). 5. Di halaman tulisan itu, sertakan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC yang bisa terbaca secara mudah. Cantumkan juga tautan balik (backlink) ke www.mudaers.com (sebuah link ketika diklik mengarah ke www.mudaers.com) 6. Penilaian meliputi kualitas tulisan, desain, dan tingkat popularitas dan peringkat web di Google. Juri akan menggunakan Google.co.id untuk mengecek peringkat web kamu dengan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC. 7. Boleh memanfaatkan web/blog lama yang sudah ada atau bisa membuat web/blog baru. 10. Kirimkan alamat web/blog kamu ke e-mail lombaweb@mudaers.com. Di e-mail itu, cantumkan nama kamu, tempat dan tgl lahir, alamat, nama sekolah/kuliah, nomor telepon, dan scan (bisa juga difoto) kartu identitas. Judul atau subyek e-mail adalah alamat web/blog kamu.
MuDA Musikustix 1. Format: band atau solois. 2. Genre musik bebas. 3. Lagu ciptaan sendiri dan belum pernah dipublikasikan 4. Tidak terikat dengan perusahaan rekaman. 5. Cantumkan kode MuDA Musikustix di luar amplop. 6. Karya berupa CD/DVD, bisa audio saja atau video + audio, dikirim dalam format digital yang mudah dibuka dewan juri. 7. Lampirkan profil/biografi dan foto kamu dan juga judul lagu lengkap dengan teks lirik, sertakan fotokopi kartu identitas.
Kompetisi Komik 1. Format hitam putih atau berwarna, dibuat manual atau komputer. 2.Ukuran kertas A3 (30 x 40 cm), cerita habis dalam satu halaman. 3. Di belakang tiap karya kamu, tempelkan data berisi: nama, alamat, judul karya, tempat/tgl lahir, sekolah/kuliah, nomor telepon
pada mereka yang menganggap dirinya pejuang.. "jangan kau nodai demokrasi, dengan kejamnya cacian yang terlontar dari mulutmu."
ingin ku teriakkan pada mereka yang mengusung tinggi nama rakyat yang kelaparan "tak usah kau sok peduli.." bila kareana kau ingin menggolkan nama calon yang kau idam-idamkan..
ingin ku teriakkan pada mereka yang mengaku mahasiswa "tak usah kau berlaku sok tau, dan sibuk menghakimi." kalau hanya idealismemu itu kau kungkung, dalam rangkaian teori semata.. selalu mencari celah, mengungkap masalah tapi ketika diminta solusi perlahan kau bergerak ke belakang menutup telinga, seolah tak peduli..
kau bilang kau peduli peradaban..!!! kau peduli rakyat yang kemisikinan..!!! kau peduli akan pemerataan pembangunan..
tapi kau lupa..!! kaua hanya beretorika, dalam pengetahuanmu yang luas itu kau hanya bisa, menyia-nyiakan waktumu HANY DENGAN FACE-BOOKAN saja,,,!!! PRODUKTIV KAH WAKTUMU ITU???!!!!
jangan pernah menghakimi jangan pernah meras paling suci..
bila nyatanya.. kau sendiri tak tau.. akan kau apakan waktu luangmu itu.. hingga kau pilih untuk kau habiskan di dunia mayamu saja.. kau lupa.. KONTRIBUSIMU DITUNGGU DI DUNIA NYATA..!!!
saya adalah seorang gadis kecil
yang sedang belajar, mengeja makna kehidupan.
yang sedang berupaya membahagiakan kedua orangtuany
suatu saat saya akan menjadi seorang wanita dewasa, yang medampingi seseorang di samping saya menemani pergantian waktunya, menuju masa tua.
suatu saat saya akan menjadi seorang ibu.
ibu bagi si kecil,melewati masa-masa kehidupannya.
suatu saat saya akan kembali pada Allah
memulai kembali lembaran baru,baik itu di Syurga ataupun neraka.