jangan lupa tinggalakan pesan,,,semoga anda pulang dengan membawa hikmah dan ilmu dari blog yang penuh inspirasi ini :D
hikmah adalah milik orang mukmin yang hilang, dimana saja ia menemukannya, maka dialah yang paling berhak mengambilnya.^^

Rabu, 26 Agustus 2009

Show OFF is OFF

ada kalanya sesuatu harus di ungkapkan, namun adakalanya juga diam menjadi yang terbaik, dan kali ini aku memilih untuk diam

adakalnya sesuatu harus diutarakan untuk sebuah kebanggaan, namun adakalanya juga kerendahan hati menyuruh untuk diam, dan kali ini aku memilih untuk diam

adakalanya bergerak adalah yang terbaik, namun kata "tunggu" dan "lihat" terkadang menjadi pilihan yang harus di pertimbangkan , dan kali ini akau memilih diam, tunggu, dan lihat.

adakalanya sesuatu harus diketahui oleh semua orang, dan ada kalanya juga kerahasianku dengan tuhanku itu yang terbaik, dan kupilih untuk merahasiakannya saja.

diamku bukan berarti aku tak mengerti apa-apa
diamku juga bukan berarti aku tak punya apa-apa
diamku juga bukan berarti aku tak bisa apa-apa
diamku juga bukan berarti aku manusia kikir yang tak mau berbagi

aku hanya takut, saat ku bicara, bergerak, dan mengutarakannya, justru menghapus segala nilai dari semua yang kumiliki hanya karena sebuah niat yang salah, yang tak sengaja terbesit dalam hati yaitu SHOW OFF...

Ya... Allah, kali ini aku mulai mengerti secuil dari arti kesabaran dan keikhlasan,,^^ hingga ku memilih untuk diam..

Minggu, 23 Agustus 2009

memulai lagi "segalanya" memperbaiki "segalanya, bismillah

akhirnya ku kembali ke kampus tercinta, ntah lah, semangat untuk segera kembali ke kampus begitu besar, mengingat begitu banyak amanah yang tertunda untuk kuselesaikan, tapi kembali ke kampus kali ini benar2 butuh perjuangan berat, karena orang tua masih belum kelar kangennya sama aku, padahal aku udah satu bulan di dharmasraya, (ya namanya juga orang tua sama anak sendiri, apalagi pembantu lagi pulang kampung, udah sebulan pula lamanya)

semangatku, dan kemampuan meloby mama untuk pulang pada hari minggu tepatnya puasa ke 2, juga dukungan dari teman2 kampus yang menginformasikan bahwa akan ada perwalian jam 1 hari senin besok, ya.. sukseslah aku tiba di Bandung.

ketika di travel, menuju kostanku, sesaat aku seolah flash back ke masa setahun yang lalu, saat aku mulai di nobatkan menjadi mahasiswa baru, yang merantau ke kota bandung (kota yang sama sekali belum pernah ku kunjungi, yang ku tahu bandung itu indah, itu saja) di antarkan oleh papa mama tercinta, mengunjungi kostan.

"aku melewati jalan yang sama, tempat yang sama, suasana yang sama, cuaca yang sama, dan hal yang sama itu bertuliskan KENANGAN."

perlahan semangat yang dulu itu timbul kembali, ntahlah aku juga bingung, semangat yang dulu kurasa perlahan lenyap dengan segala rutinitasku beberapa bulan kebelakang.

tapi hari ini, semangat itu muncul kembali, untuk memulai lagi dan memperbaiki segalanya, segalanya yang sempat "rusak" dalam kehidupanku.. Bismillah, kurasa ini awal yang baik untuk semua itu, dimulai dalam bulan penuh berkah..^^

Kamis, 13 Agustus 2009

MERAH PUTIH


Film Merah Putih – Berlatar sejarah otentik perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan pada tahun 1947 ketika terjadi Agresi Militer Belanda pimpinan Van Mook yang menyerang jantung kaum republik di Jawa Tengah, MERAH PUTIH bercerita tentang sekelompok pejuang kemerdekaan yang harus bersatu untuk bertahan dari pembunuhan, berjuang sebagai pejuang gerilya, untuk menjadi anak-anak bangsa sesungguhnya, terlepas dari konflik pribadi yang tajam dan perbedaan yang besar dalam kelas sosial, suku, daerah asal, agama, dan kepribadian


Dibesut dalam format film 35-millimeter, MERAH PUTIH melibatkan ahli perfilman internasional terbaik dalam bidang special effects dan tata teknis lain yang berpengalaman di perfilman Hollywood: Koordinator Special Effects dari Inggris Adam Howarth (SAVING PRIVATE RYAN, BLACKHAWK DOWN), Koordinator Pemeran Pengganti Rocky McDonald (MISSION IMPOSSIBLE II, THE QUIET AMERICAN), Make-Up dan Visual Effects Artist Rob Trenton (BATMAN – THE DARK KNIGHT), Ahli persenjataan John Bowring (CROCODILE DUNDEE II, THE MATRIX, THE THIN RED LINE, AUSTRALIA, X-MEN ORIGINS:WOLVERINE) dan Asisten Sutradara Mark Knight (DECEMBER BOYS, BEAUTIFUL)

Jenis Film : Drama
Produser : Hashim Djojohadikusumo, Rob Allyn, Jeremy Stewart
Produksi : Pt Media Desa Indonesia, Margate House
Durasi : 105

hm.. saluut untuk perfilm-an Indonesia, ternyata sineas indonesia tak hanya jago dalam menakut-nakuti melalui film horornya yang seabrek, ataupun mencemari otak masyarakat dengan film yang penuh dengan adegan tak senonoh, atau pun mengajari masyarakat indonesia terlalu dibuai dengan percintaan, namun MERAH PUTIH membuktikan bahwa, bangsa ini perlu gebrakan besar dalam dunia perfilm-an, yang menyadarkan jati diri kita SEBAGAI BANGSA INDONESIA, SUKSES UNTUK PERFILM-AN INDONESIA..^^

MERANTAU, satu lagi karya yang mengangkat budaya INDONESIA



semarak film-film baru membanjiri bioskop-bioskop tanah air, mulai dari holywood hingga produksi negeri sendiri, dan baru-baru ini perfilm-an Indonesia sedang digemparkan dengan kehadiran sebuah FILM yang mengangkat BUDAYA ASLI INDONESIA yakni SILAT di mata dunia. yang lebih membanggakan lagi film ini mendapat sambutan meriah ketika diputar di Puchon International Fantastic Film Festival, Korea Selatan pada pada 16 hingga 26 Juli lalu.



Film yang mengambil setting di Sumatera Barat dan Jakarta ini, menampilkan dua aktor asing, Mads Koudal asal Denmark, dan Laurent Buson dari Perancis, juga aktris kawakan Christine Hakim dan Donny Alamsyah

berikut sinopsisnya :


Di Minangkabau, Sumatra Barat, Merantau adalah tradisi yang harus dijalankan setiap anak laki-laki. Yuda (Iko Uwais), pesilat Harimau handal, dalam persiapan akhir untuk memulai perantauannya. Ia harus meninggalkan keluarganya, ibu tercinta, Wulan (Christine Hakim), dan udanya, Yayan (Donny Alamsyah), kenyamanan dan keindahan kampung halamannya, dan membuat nama untuk dirinya di keserabutan kota Jakarta.

Nasib mempertemukan Yuda dengan yatim piatu Adit (Yusuf Aulia) dan kakaknya, Astri (Sisca Jessica), yang akan menjadi korban organisasi ilegal human traffickingOrganinsasi yang memperlakukan manusia seperti barang ini dipimpin seorang Eropa berhati batu, Ratger (Mads Koudal) dan tangan kanannya Luc (Laurent Buson).

Ketika terluka dalam perkelahian antara Johni (Alex Abbad), para tukang pukulnya dan Yuda, Ratger bersikeras mencari Astri, atau barangnya, yang berhasil di selamatkan dan ingin pembalasan berdarah setimpalPerkenalan Yuda dengan kota serabutan ini seperti api yang menyulut ketika situasi memaksanya untuk melarikan diri bersama Astri dan Adit dari kejaran mucikari dan preman-preman yang menguasai malam, menggerayangi setiap jalanan, dan mengejar setiap langkah merekaDengan kebebasan hampir di tangan mereka, Yuda tidak mempunyai pilihan selain melawan orang-orang yang menyerangnya dengan adrenalin tinggi dalam runtunan action yang belum pernah dipersembahkan sebelumnya di layar lebar Indonesia


yang disayangkan adalah, film ini bukanlah diTULIS dan di garap oleh Sineas Indonesia, melainkan film ini ditulis dan disutradarai oleh Gareth Evans yang berkebangsaan Inggris, sebelumnya Gareth Evans juga pernah membuat cerita yang bertajuk PENCAK SILAT, namun belum sempat diangkat ke layar lebar.



bila anda sedang mencari tontonan yang berbobot, film ini saya rekomendasikan untuk anda, setidaknya sepulang dari menonton film ini, anda menjadi lebih bangga menjadi bagian dari negeri ini :)

khalifah Umar R.A

“Aku mengamati semua sahabat
dan tidak ditemukan sahabat yang lebih baik selain menjaga lidah.

Aku memikirkan tentang semua pakaian
dan tidak ditemukan pakaian yang lebih baik dari pada Taqwa.

Aku merenungkan tentang segala jenis amal,

tapi tidak yang lebih baik daripada memberi nasihat baik.

Aku mencari segala bentuk rezeki,
tapi tidak menemukan yang lebih baik daripada sabar.”

(Khalifah Umar R.A)..

Selasa, 11 Agustus 2009

Uang apaan nih..????

Disuatu malam saya menyempatkan diri untuk mengunjungi suatu minimarket di kota padang, membeli beberapa perlengkapan. Seperti biasa ritual dalam belanja, ujung-ujungnya pasti ke kasir, kalau langsung pulang ntar diteriakin maling..!!! kecuali kalau pemilik minimarket tersebut adalah saya :)

sayapun membayar uang sejumlah yang tertera di monitor kasir, dan menunggu si "mbak" untuk mengembalikan sisa uang saya, lalu si "mbak" pun menyodorkan beberapa receh, selembar uang seribuan dan satu lembar uang yang rada asing di penglihatan saya.


dengan sedikit norak bercampur takjub, saya terdiam menerima pengembalian uang tersebut, sambil "cengo" melihat uang selembar bertuliskan nominal 2000 rupiah di tangan saya, dalam hati saya bersahut-sahutan "Wow..uang 2000 baru..!!", "kapan keluarnya neeh?" "biasa makan di warteg sih, kagak pernah dapat kembalian yang bagus duitnye." hehhe kurang lebih begitulah, hingga akhirnya saya tersadar, bahwa banyak orang yang terhambat untuk membayar di belakang saya, karena saya tak kunjung pergi dari kasir, hehhe maaf ya ibu-ibu, bapak-bapak.

lalu saya mencari info tentang uang tersebut, dan... berikut info yang saya dapat :




klik di gambar untuk melihat lebih jelas

Pemerintah melalui Bank Indonesia mengeluarkan uang pecahan rupiah sebesar nilai nominal 2000 (dua ribu rupiah). Dasar hukum dikeluarkannya uang pecahan 2000 rupiah ini adalah Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/22/PBI/2009 tanggal 24 Juni 2009 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Khusus Pecahan 2.000 (Dua Ribu) Tahun Emisi 2009 Dalam Bentuk Uang Kertas Bersambung.

Pejabat sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia, Miranda S. Goeltom, didampingi Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang pengedaran uang, S. Budi Rochadi, Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, dan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, secara resmi meluncurkan uang kertas baru pecahan Rp2.000 tahun emisi 2009 sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia, pada Kamis, 9 Juli 2009, di Banjarmasin. “Penerbitan uang kertas emisi baru tersebut merupakan implementasi kebijakan Bank Indonesia di bidang pengedaran uang yaitu untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar”, demikian Pjs. Gubernur Bank Indonesia, Miranda S. Goeltom, dalam sambutannya.

Uang pecahan baru tersebut bergambar Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan) dengan gambar bagian belakang Tarian Adat Dayak. Uang tersebut akan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah mulai tanggal 10 Juli 2009. Pemilihan gambar pada uang tersebut mengacu kepada desain uang kertas sebelumnya yang bertemakan Pahlawan Nasional. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pahlawan dan untuk turut serta melestarikan budaya bangsa.

Uang kertas baru pecahan Rp2.000 berwarna dominan abu-abu dengan unsur pengaman berupa tanda air bergambar Pangeran Antasari dengan benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000 berulang-ulang yang akan memendar merah di bawah sinar ultraviolet. Uang kertas pecahan baru ini juga mengakomodasi kebutuhan para tuna netra dengan menyediakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.

Selain itu, seperti pada saat mengeluarkan uang kertas baru pecahan Rp100.000 dan Rp20.000 tahun emisi 2004, serta Rp50.000 dan Rp10.000 tahun emisi 2005, Bank Indonesia juga mengeluarkan Uncut Banknotes Rp2.000 (uang khusus yang belum dipotong/uang bersambung) sebanyak 4.700 lembaran dengan jenis uang bersambung masing-masing berisi 2 bilyet, 4 bilyet dan 50 bilyet. Sebagai benda koleksi, Uncut Banknotes ini lazim dikeluarkan di berbagai negara sebagai penerbitan uang khusus.

wah, mumpung bulan september lebaran nih, biasanya dari keluarga dapat THR uang seribuan 5 lembar. Kayaknya lebaran tahun ini THR bakal meningkat 2 kali lipat nih, uang 2000 5 lembar, jadinya Rp 10.000, SEMOGAAAA...^^

sumber data : www.k-4-s.info
www.bi.go.id

Senin, 10 Agustus 2009

siap-siap yuuk..^^


Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan

Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab, Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan (HR. Ahmad dan Thabrani)